Langsung ke konten utama

ROTI PERSAHABATAN


Jika anda diminta bantuan oleh teman untuk mengangkat barang ke dalam bagasi mobil, imbalan mana yang anda suka....??? dimana disaat bersamaan disediakan Roti yang berdampingan dengan selembar Uang yang kira-kira senilai dengan roti tersebut. Saya bisa tebak anda pasti pilih...........Uang...........???? ada sebuah survey yang dihubungkan pada sebuah psikologi bisnis networking.

Ternyata, mereka yang "diupah" dengan roti justru memberikan bantuan secara lebih sungguh-sungguh dibandingkan yang diberi imbalan uang. meskipun secara nominal nilai roti dan uang tersebut sama, tapi efeknya ternyata berbeda. Kenapa bisa begitu..??

Dua barang tersebut, roti dan uang, mewakili dua skenario yang berbeda. Jika anda membantu teman dengan imbalan uang, maka transaksi yang terjadi berada dalam lingkaran "monetary market". Sedangkan jika roti yang anda terima, inilah yang disebut dengan "social market". Nah selanjutnya anda tinggal pilih........????

Sederhananya, imbalan berupa uang yang menjadikan hubungan anda dan teman anda layaknya sebuah transaksi bisnis. Sebaliknya, imbalan berupa hadiah menjadikan bantuan yang diberikan tetap dalam semangat persahabatan. Dan ternyata dalam kasus ini, motif sosial justru bisa memberikan motivasi yang lebih besar dibandingkan motif ekonomi.

Barangkali tantangan terbesar bagi salesman dalam "commercializing" the network adalah cara mendapatkan rekomendasi dari anggota network-nya. Bisa jadi kita kenal banyak orang, namun berapa persen yang mau merekomendasikan kita (dan bisnis yang kita tawarkan) kepada kolega dan rekan-rekannya.

Topik mengenai referral (rekomendasi), word-of-mouth (obrolan dari mulut ke mulut), serta penomena sejenisnya memang menjadi bahasan yang lagi hangat sebagai tofik kajian bagi para marketer online dan offline. Hasil penelitian yang disebutkan tadi bahwa "mulut lawan mulut" yang dilakukan secara sukarela akan berjalan lebih mulus dalam skenario "social market".

Artinya, untuk mendorong network anda agar mau merekomendasikan bisnis kita, insentif tetap diperlukan. Namun network anda akan lebih antusias untuk memberikan rekomendasi jika imbalan, atau lebih tepatnya disebut "hadiah" diberikan dalam konteks persahabatan bukan bisnis. Hadiah inipun tidak selalu mesti berwujud material.

Sebuah konsultan marketing yang memiliki spesialisasi unik sebagai penyedia sekarelawan penyebar word-of-mouth menemukan bahwa 1/4 dari sukarelawannya yang bersedia menerima reward sebagai imbalan atas partisipasinya.  Sisanya menganggap bahwa keterlibatan mereka dalam aktivitas gethok tular sudah merupakan kepuasan tersendiri.

Di era new wave, karakter merupakan aset penting karena ketika anda terjun dalam dunia network, yang akan anda hadapi komunitas sosial. Dan salah satu pilar karakter yang penting untuk dimiliki dalam "pasar" semacam ini adalah kepercayaan (trust). Tak mungkin mereka akan memberikan rekomendasi agar orang lain mendatangi anda untuk menemukan solusi atas kebutuhannya, jika kepercayaan itu tidak ada.

Kepercayaan sendiri akan terbagun jika anda konsisten setidaknya dalam dua hal. Pertama, konsisten dalam menunjukkan kemampuan menyelesaikan permasalahan jaringan anda. Kedua, konsisten menebarkan reward dalam network anda. Tak selalu dengan barang yang "wah" barangkali cukup dengan roti persahatan....

Oke......mantap....khan..?? nantikan article yang lebih cerdas dari kak roni.....















Komentar

  1. Mantab..postingannya
    Kepercayaan diri memang modal utama
    Sukses selalu

    BalasHapus
  2. Money is important sob... very important.. hehehe.. btw komeng2 balik ya ;-)

    BalasHapus
  3. benar mas, jiwa sales itu sangatlah tidak mudah,apalagi jiwa enterpreneur, oh ya mas toko buka november, jangan lupa mampir :)

    BalasHapus
  4. maunya komen pake Roti bRo...tapi ga bisa...^^

    BalasHapus
  5. kalo rotinya satu truk boleh juga yaaa

    BalasHapus
  6. dari dua pilihan dan dengan nilai yg sama tapi mengandung makna berbeda, bagus sekali nich postingannya, sukses yaa

    BalasHapus
  7. salam sahabat
    wah kayaknya kalo begini bisa bingung juga he,..he..good posting kak...good luck ya..

    BalasHapus
  8. nah kan bingung pilih mana..????

    BalasHapus
  9. mmm, ku pilih dua2 na sob hehehe

    BalasHapus
  10. kiasan yang begus untuk mennjelaskan sesuatu keep posting yah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LibertaGia - Bisnis Online Global Tanpa Modal Tanpa Resiko

LibertaGia - BisnisOnlineGlobalTanpa ModalTanpa Resiko. Jika anda seorang petualang yang ingin mendapatkan penghasilan dari Internet. Anda berada di tempat yang tepat. Saya akan berbagi dengan anda tentang Bisnis Online Global Libertagia. Bisnis yang berasal dari Portugis ini bakal bersaing dengan bisnis lain yang telah maupun akan hadir di Indonesia.
Perusahaan Libertagia saat ini sedang dalam tahap pre-launch secara resmi mulai 12 Oktober 2013 dengan gala malam yang diadakan di Lisbon,Portugal. Kantor utama di Lisbon Portugal - di samping markas besar Microsoft. Dalam beberapa bulan ke depan lebih banyak kantor akan terbuka di seluruh dunia. Lokasi yang sudah dikonfirmasi adalah Malaysia dan Italia. Lebih dari 13 bulan dihabiskan untuk mendesain proyek ini, Proyek ini diprakarsai oleh 12 investor yang sangat berkompeten/spesialis Multi Level Marketing tetapi Perusahaan ini sendiri bukanlah representatif dari Perusahaan MLM. Presiden dan CEO LibertaGia adalah Rui Salvador.
Anda dapat m…

Apakah MLM adalah penipuan, illegal, tak bermoral..?

Multi-level marketingadalah jalur alternatif bagi perusahaan untuk mendistribusikan produk dan jasanya ke pasaran (jalur distribusi yang lain termasuk supermarket, toko retail, door to door sales dan lain-lain).
Mengapa perusahaan memilih MLM untuk mendistribusikan produknya?

Ada beberapa alasan :

1. Biaya overhead yang rendah
Tidak seperti perusahaan retail, perusahaan MLM tidak perlu mengalokasikan dana yang besar dalam advertising untuk menarik customer. Sebagai penggantinya, dana dialihkan untuk memberikan komisi bagi distributor untuk memasarkan produk ke customer. Selain itu, perusahaan hanya perlu memberikan komisi bagi distributor berdasarkan hasil, yaitu dari persentasi dari produk yang terjual.

2. Biaya overhead distribusi yang rendah
Typical distribusi melalui retail menggunakan serangkaian regional, negara, kota, dan retailer lokal untuk mendistribusikan barang-barang. Masing-masing perlu mendapatkan keuntungan dan melakukan mark up harga dari barang.

Jalur distribusi non MLM

Peluang Bisnis Online Komunitas Indonesia Sejahtera

Peluang Bisnis Online Komunitas Indonesia Sejahtera

Setelah sukses bisnis online berbasis komunitas Dreem For Freedom, menyusul satu lagi bisnis online Komunitas Indonesia Sejahtera yang di pimpin oleh Irawan Apriansyah.
Komunitas Indonesia Sejahtera disingkat KIS mulai launching 25 Nopember 2015 dan telah terdaftar di Kemenkumham a/n PT. Sejahtera Indonesia Persada No. AHU 2473049.AH.01.01. Tahun 2015 Tanggal  18 Desember 2015. Sementara Perkumpulan Komunitas Indonesia Sejahtera AHU-0029376.AH.01.07 Tahun 2015 tanggal 18 Desember 2015. Member komunitas ini sudah mencapai 6000 lebih tersebar disemua kabupaten.  Paket join bisnis ini mulai 1 juta, 5 juta, 10 juta
Bisnis Plan Komunitas Indonesia Sejahtera 1. Member akan mendapatkan profit 1%/hari, tiap 15 hari dapat transferan 15%+tiket 200rb      dari member lainnya 2. Ada 2 sumber bonus yaitu bonus pasif (1) dan aktif 3. Bonus aktif yaitu bonus refferal 10% sebanyak 6 x, bonus pasangan sebanyak 10%      tiap penambahan omset, bonus generasi da…