recent posts

banner image

Success Story : Berkarya Dalam Kesunyian dan Kegelapan


Orang buta perlu memiliki pendengaran tajam untuk mengkonpensasi cacat penglihatannya. Orang tuli perlu memiliki penglihatan tajam untuk mengkonpensasi cacat pendengarannya. Apa jadinya bila seorang buta sekaligus tuli..? Tentunya hidupnya sangat menderita dan mustahil untuk berkarya besar. Betul kan..?? Logisnya memang begitu, namun tidak demikian halnya dengan Helen Keller. Dilahirkan sebagai manusia normal pada 27 Juni 1880. Helen tumbuh sebagai balita yang cerdas sampai menginjak usia 2 tahun. Ketika berusia 2 tahun, Helen mengalami musibah sakit keras yang berbuntut hilangnya penglihatan dan pendengarannya.

Orang tua Helen mulai mencari cara untuk mendidik Helen. Sangat beruntung, mereka bertemu dengan Alexander Graham Bell, seorang ahli bunyi penemu telepon. Berkat rekomendasi Bell, sekolah tunanetra dan tunarungu di Boston mengirim guru handal Anne Sullivan untuk menjadi guru Helen. Bu Anne sendiri dulunya pernah sempat buta namun berhasil dipulihkan penglihatannya melalui operasi.

Pada usia 7 tahun, Helen dididik khusus oleh Bu Anne pada rumah terpisah tak jauh dari rumah orang tua Helen. Dibawah didikan Bu Anne yang penuh kasih sayang dan disiplin, Helen belajar banyak hal termasuk bahasa isyarat dan citra diri positif, dan tabiat Helen berubah 180 derajat. Helen melanjutkan pendidikannya ke pendidikan formal tunanetra dan tunarungu di Boston sekaligus belajar berbicara dibawah pendidikan Bu Sarah. Berinteraksi dengan banyak anak tunarungu membuat rasa kemanusiaan Helen semakin kuat untuk mengabdikan hidupnya demi mengurangi penderitaan mereka. Berkat tekad, kerja keras, dan disiplin yang luar biasa, Helen berhasil di terima di Universitas ternama Harvard dan menyelesaikan pendidikan perguruan tingginya pada usia 24 tahun.

Helen ditemani Bu Anne, tak kenal lelah berkeliling berceramah untuk menggugah para dermawan membantu penderita cacat tunanetra dan tunarungu di seluruh dunia. Buku otobiografi dan film tentang riwayat hidupnya sangat laris. Berkat kampanye Helen yang tak kenal lelah sampai akhir hayatnya (Helen meninggal dunia pada tanggal 1 Juni 1967), banyak negara di dunia memiliki undang-undang untuk perbaikan kehidupan para penyandang cacat.

Pelajaran penting yang bisa kita ambil dari riwayat hidup Helen Keller adalah dengan tekad baja yang dilandasi cinta kasih dan kerja keras serta disiplin, kita akan dapat mencapai tujuan kita sesulit apapun situasi yang kita hadapi. Bahkan kegagalan dan kesunyian tak akan bisa menghalangi kita untuk menggapai impian kita.

dan saya kak roni SALAM SUKSES LUAR BIASA CERDAS

Success Story : Berkarya Dalam Kesunyian dan Kegelapan Success Story : Berkarya Dalam Kesunyian dan Kegelapan Reviewed by Jamaludin Aproni on Desember 10, 2009 Rating: 5

16 komentar:

  1. wah, saya juga sementara berkarya ne kak
    tak masalah apapun rintangannya, saya tetap jalan koq . .
    karena ku tau di unjung smeua itu ada hikmah

    gitu kan kak?
    tapi klo udah brazil . . wah nikmat banget . .

    BalasHapus
  2. Memang tuh.. aku tahu kisahnya...!!! tapi dengan keadaan seperti itu, dia malah bisa berhasill... Sungguh Luar Biasa.. Kita yang normal2 saja, mengapa tidak bisa???

    BalasHapus
  3. terima kasih supportnya
    sukses luar biasa cerdas untuk anda semua

    BalasHapus
  4. Keren... padahal banyak orang yang bisa melihat tapi tidak menghasilkan, justru orang buta itu yang luar biasa!!

    BalasHapus
  5. Mantep pengetahuannya sob,
    salam sukses & terus berkarya!!!

    BalasHapus
  6. kalau gitu kan jadi lebih tenang dan banyak inspirasi ms
    tapi kalau gaya saya lain lebih enak sambil ngobrol juga :D
    hehehe

    BalasHapus
  7. Keren nih.. buta dan tuli.. bisa sampe jadi hebat kayak gitu.. wow..

    ngumung - ngumung bagaimana yach caranya belajar bahasa isyarat??? belajar ngumung dgn orang juga??? wew.. thanks storynya kak .. :thumbs up for you..

    BalasHapus
  8. pelajaran berharga... betapa banyak orang orang sukses dan besar dari para pecandang caat.

    BalasHapus
  9. salam sahabat
    ehm bagus juga dengan ketenangan dalam kesuyian bisa menghadirkan peluan tapi kalo ber sunyi-unyian terus menerus gawat loh he..he..thnxs n good luck ya

    BalasHapus
  10. nee..kyax pnah dfilmin d... akhirx helen bkarir jd pgcara klu g salah.

    BalasHapus
  11. terimakasih atas supportnya
    sukses luar biasa cerdas untuk nda semua

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.