Langsung ke konten utama

SBY : Masih Seperti Dulu (Peragu)


Sikap Presiden SBY terhadap kasus dua pimpinan nonaktif KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, masih belum terang benar. Namun, Presiden menginstruksikan Kapolri dan Jaksa Agung untuk melakukan penertiban dan pembenahan di institusinya. 


Penjelasan ini disampaikan SBY dalam pengumuman yang disampaikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (23/11/2009) pukul 20.00 WIB. SBY mengumumkan sikapnya atas kasus Bibit-Chandra dan kasus Century sekitar 20 menit. 


Dalam penjelasannya, SBY tidak jelas memutuskan apakah kasus Chandra-Bibit harus dibawa ke pengadilan atau dihentikan. "Tentu saja, cara yang saya tempuh, tidak akan sampai pada materi penyidikan," kata SBY. 


Sebab, kata dia, SP3 merupakan wewenang Polri, SKP2 merupakan wewenang kejaksaan, dan pengenyampingan perkara dengan asas kepentingan umum yang lebih besar wewenang Jaksa Agung. Tiga hal ini merupakan bagian rekomendasi Tim 8 untuk menghentikan kasus Bibit-Chandra. 


"Tetapi dengan kewenangan saya, saya menginstruksikan kepada Kapolri dan Jaksa Agung melakukan penertiban dan pembenahan di institusi masing-masing dalam kasus ini," jelas SBY. "Saya sungguh berharap KPK melakukan hal yang sama di institusinya," tambah SBY.


Apa tanggapan pengacara Bibit Chandra


Presiden SBY baru saja menyampaikan sikap resminya terkait kasus  Bibit-Chandra. Namun apa yang disampaikan SBY di Istana Negara tidak dapat dipahami oleh tim pengacara. 


"Apa yang disampaikan Presiden kita belum dapatkan poin sama sekali, saya nyatakan kebingungan juga sama dengan rekan-rekan wartawan," ujar salah satu pengacara Bibit-Chandra, Taufik Basari, di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (23/11/2009). 


Taufik juga mengaku tidak dapat menangkap apa yang sudah diutarakan panjang lebar oleh SBY terkait kasus yang menimpa kliennya. "Memang ada clue tapi putusannya apa saya belum nangkap," tegasnya.


Selain Taufik, acara nonton bareng tersebut juga dihadiri oleh Chandra M Hamzah dan pengacara yang lain, Alexander Lay. Bibit tidak hadir karena menonton siaran langsung dari rumahnya.


Alexander Lay menyatakan hal senada dengan Taufik. "Posisi kami masih bingung," ujarnya sambil tersenyum.


Alex mengapresiasi apa yang disampaikan SBY. "Tapi apa solusi yang ditemukan belum jelas bagi kami, kami belum menangkap keputusan yang jelas dari presiden," tandasnya.


sumber : detiknews.com


Nah apa tanggapan anda.....??

Komentar

  1. Namanya juga Politik, semua kata-2 nya ngambang...
    Susah ngarti'in nya.... :D
    Terkadang ngomong panjang lebar tapi keputusan dari persoalan itu sendiri gak ada...pusing.
    Mending mikirin script template, siapa tau nanti jadi seorang creator template blogger profesional... :D (maunya...)

    BalasHapus
  2. yup benar... biarin aja mereka yang pusing mikirin negara ini,,, soalnya mereka kan udah digaji untuk itu... mari berkreasi untuk hal lainnya...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LibertaGia - Bisnis Online Global Tanpa Modal Tanpa Resiko

LibertaGia - BisnisOnlineGlobalTanpa ModalTanpa Resiko. Jika anda seorang petualang yang ingin mendapatkan penghasilan dari Internet. Anda berada di tempat yang tepat. Saya akan berbagi dengan anda tentang Bisnis Online Global Libertagia. Bisnis yang berasal dari Portugis ini bakal bersaing dengan bisnis lain yang telah maupun akan hadir di Indonesia.
Perusahaan Libertagia saat ini sedang dalam tahap pre-launch secara resmi mulai 12 Oktober 2013 dengan gala malam yang diadakan di Lisbon,Portugal. Kantor utama di Lisbon Portugal - di samping markas besar Microsoft. Dalam beberapa bulan ke depan lebih banyak kantor akan terbuka di seluruh dunia. Lokasi yang sudah dikonfirmasi adalah Malaysia dan Italia. Lebih dari 13 bulan dihabiskan untuk mendesain proyek ini, Proyek ini diprakarsai oleh 12 investor yang sangat berkompeten/spesialis Multi Level Marketing tetapi Perusahaan ini sendiri bukanlah representatif dari Perusahaan MLM. Presiden dan CEO LibertaGia adalah Rui Salvador.
Anda dapat m…

Apakah MLM adalah penipuan, illegal, tak bermoral..?

Multi-level marketingadalah jalur alternatif bagi perusahaan untuk mendistribusikan produk dan jasanya ke pasaran (jalur distribusi yang lain termasuk supermarket, toko retail, door to door sales dan lain-lain).
Mengapa perusahaan memilih MLM untuk mendistribusikan produknya?

Ada beberapa alasan :

1. Biaya overhead yang rendah
Tidak seperti perusahaan retail, perusahaan MLM tidak perlu mengalokasikan dana yang besar dalam advertising untuk menarik customer. Sebagai penggantinya, dana dialihkan untuk memberikan komisi bagi distributor untuk memasarkan produk ke customer. Selain itu, perusahaan hanya perlu memberikan komisi bagi distributor berdasarkan hasil, yaitu dari persentasi dari produk yang terjual.

2. Biaya overhead distribusi yang rendah
Typical distribusi melalui retail menggunakan serangkaian regional, negara, kota, dan retailer lokal untuk mendistribusikan barang-barang. Masing-masing perlu mendapatkan keuntungan dan melakukan mark up harga dari barang.

Jalur distribusi non MLM

Peluang Bisnis Online Komunitas Indonesia Sejahtera

Peluang Bisnis Online Komunitas Indonesia Sejahtera

Setelah sukses bisnis online berbasis komunitas Dreem For Freedom, menyusul satu lagi bisnis online Komunitas Indonesia Sejahtera yang di pimpin oleh Irawan Apriansyah.
Komunitas Indonesia Sejahtera disingkat KIS mulai launching 25 Nopember 2015 dan telah terdaftar di Kemenkumham a/n PT. Sejahtera Indonesia Persada No. AHU 2473049.AH.01.01. Tahun 2015 Tanggal  18 Desember 2015. Sementara Perkumpulan Komunitas Indonesia Sejahtera AHU-0029376.AH.01.07 Tahun 2015 tanggal 18 Desember 2015. Member komunitas ini sudah mencapai 6000 lebih tersebar disemua kabupaten.  Paket join bisnis ini mulai 1 juta, 5 juta, 10 juta
Bisnis Plan Komunitas Indonesia Sejahtera 1. Member akan mendapatkan profit 1%/hari, tiap 15 hari dapat transferan 15%+tiket 200rb      dari member lainnya 2. Ada 2 sumber bonus yaitu bonus pasif (1) dan aktif 3. Bonus aktif yaitu bonus refferal 10% sebanyak 6 x, bonus pasangan sebanyak 10%      tiap penambahan omset, bonus generasi da…